Total Tayangan Halaman

Selasa, 01 Mei 2012

Indosat akan Lunasi Obligasi Lebih Awal


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Indosat Tbk akan melaksanakan opsi pelunasan awal Obligasi Indosat II Seri B Tahun 2002 (Obligasi Indosat IIB) pada 6 November 2012 dengan harga 101 persen dari nilai pokok.
"Perusahaan secara resmi akan mengumumkan pelunasan awal obligasi tersebut pada tanggal 4 Mei 2012 nanti," kata Presiden Direktur dan CEO Indosat Harry Sasongko, Senin.
Harry mengungkapkan Obligasi Indosat IIB sesuai jadwal akan jatuh tempo pada tahun 2032 mendatang dan memiliki nilai pokok sebesar Rp200 miliar.
Menurut Harry, pelunasan obligasi tersebut merupakan salah satu bagian dari strategi pembiayaan perusahaan untuk tahun 2012.
"Selain itu juga sekaligus menunjukkan posisi likuiditas Indosat yang kuat di tengah kondisi global makroekonomi global yang penuh tantangan," kata Harry.
Harry menambahkan, lembaga pemeringkat Pefindo juga baru-baru ini menegaskan kembali peringkat perusahaan dengan peringkat 'AA+' dan Outlook 'Stabil'.
"Peringkat yang diberikan oleh Pefindo tersebut menunjukkan profil likuiditas perusahaan yang kuat," kata Harry.
Sebagai informasi, Indosat adalah salah satu operator penyelenggara telekomunikasi dan informasi di Indonesia yang memberikan layanan jasa selular, fixed line, komunikasi data dan internet.
Pada akhir 2011, perusahaan memiliki lebih dari 50 juta pelanggan seluler melalui berbagai merek layanan antara lain Indosat Mobile, IM3, Mentari dan Indosat Internet.

Konflik Laut Cina Selatan, AS Bantu Filipina


Liputan6.com, Washington DC: Amerika Serikat akan membantu Filipina dalam berpatroli menjaga keamanan Laut Cina Selatan. Dalam sebuah pertemuan, AS dan Filipina sepakat bekerja sama membangun kekuatan maritim. AS akan mengirim kapal ke Filipina untuk mengawasi keadaan di kawasan laut tersebut.
Associate Press menulis, Selasa (1/5), Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton menegaskan kembali komitmen AS untuk kesepakatan bersama mengenai keamanan kawasan.
Kendati demikian, AS mengaku tidak akan ikut campur dalam konflik kawasan laut yang telah memanas sejak 10 tahun silam. AS tidak akan berpihak ke mana pun, melainkan akan memantau keamanan dan stabilitas kawasan Asia itu.
Konflik Laut Cina Selatan adalah sengketa saling klaim pulau-pulau tidak berpenghuni yang terdapat di wilayah Laut Cina Selatan. Sengeketa ini melibatkan Cina dan beberapa negara ASEAN, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Selain memiliki letak yang strategis, pulau-pulau tersebut diyakini kaya dengan sumber daya alam, seperti hidrokarbon.(ULF)

Syahrini Tuntut Justin Bieber Minta Maaf


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Syahrini satu-satunya penyanyi Indonesia yang berani melawan arus demam Justin Bieber. Hinaan penyayi remaja asal Kanada terhadap negara, mengeraskan jiwa Syahrini untuk menuntut.
Mantan duet Anang Hermansyah ini menilai Bieber telah melecehkan NKRI. Oleh karena itu, Syahrini menuntut Bieber segera meminta maaf kepada Bangsa Indonesia.
Seperti fans Bieber yang berbalik mencaci-maki, Syahrini mendesak Bieber melalui akun Twitter-nya, @Justin Bieber harus minta maaf terhadap masyarakat Indonesia, tulis Syahrini di akun @PrincesSyahrini.
Kendati sikap Syahrini ini memantik pro-kontra di dunia maya, pelantun Kau yang Memilih Aku ini tak goyah. "Bagi saya nggak masalah dicaci-maki demi Indonesia," tegas Syahrini di Jakarta, Minggu (29/4/2012).
Syahrini pun mengatakan sikapnya itu ditunjukkan lantaran rasa nasionalismenya yang tinggi. Ia mengaku tak ingin Indonesia direndahkan oleh siapapun.
"Masyarakat Indonesia bagian mana yang mau direndahkan? Saya cinta Indonesia. Marilah buat citra yang baik untuk Indonesia tercinta," tandasnya
Syahrini menyakinkan, pernyataan Bieber sangat tidak etis dan tak menghargai Bangsa Indonesia.
Syahrini sendiri sempat syok kala membaca pernyataan pelantun lagu hits Never Say Never yang dilansir The Mirror. Nasionalisme Syahrini tak bisa diusik atau ditawar-tawar.